Rabu, April 19, 2017

Humaini hd

Arsitektur Mesir Kuno


BAB I
PENDAHULUAN


      A.    Latar Belakang
Arsitektur merupakan ilmu yang sudah ada sejak zaman dahulu. Walaupun dengan teknologi yang sangat begitu minim, namun orang-orang pada zaman itu dapat menghasilkan suatu bangunan yang memiliki nilai arsitektur yang sangat tinggi. Mereka menggunakan perasaan dan ilmu yang sangat terbatas namun mereka sudah memikirkan terhadap kebutuhan hidupnya.
Arsitektur mesir adalah salah satu arsitektur kuno yang sangat terlihat hasilnya sampai dengan sekarang. Bangunan-bangunan yang terbangun pada masa itu masih berdiri tegak dan dapat dinikmati oleh orang-orang masa kini. Bangunan etnik yang sangat mencirikan kehidupan pada saat itu, menjadikan daya tarik bagi setiap orang untuk mengkaji terhadap arsitektur mesir ini. Bagaimana kehidupan penduduk pada masa itu sehingga bisa membuat catatan sejarah dunia.

BAB II
PEMBAHASAN

Republik Arab Mesir atau Mesir yaitu sebuah negara yang sebagian besar wilayahnya terletak di Afrika bagian timur laut. Dengan luas wilayah sekitar 997.739 km². Mayoritas penduduk Mesir menetap di pinggir Sungai Nil (sekitar 40.000 km²). Sebagian besar daratan merupakan bagian dari gurun Sahara yang jarang dihuni.
Mesir terkenal dengan peradaban kuno dan beberapa monumen kuno termegah di dunia, misalnya Piramid Giza, Kuil Karnak dan Lembah Raja serta Kuil Ramses. Di Luxor, sebuah kota di wilayah selatan, terdapat kira-kira artefak kuno yang mencakup sekitar 65% artefak kuno di seluruh dunia. Kini, Mesir diakui secara luas sebagai pusat budaya dan politikal utama di wilayah Arab dan Timur Tengah.

      A.    Karakteristik Arsitektur Mesir
Akibat kelangkaan kayu,  kedua bahan bangunan yang dominan digunakan di Mesir kuno adalah dipanggang matahari-bata lumpur dan batu, terutama batu kapur, tetapi juga batu pasir dan granit dalam jumlah yang cukup besar. Dari Kerajaan Lama seterusnya, batu biasanya disediakan untuk makam-makam dan kuil-kuil, sedangkan batu bata yang digunakan bahkan untuk istana raja, benteng, dinding candi Bait dan Putoz, dan untuk anak perusahaan bangunan di kompleks candi.
Rumah-rumah mesir yang terbuat dari lumpur yang dikumpulkan dari sungai Nil, saat itu ditempatkan dalam cetakan dan dibiarkan kering di bawah terik matahari untuk mengeras untuk digunakan dalam konstruksi.
Peningkatan dari pemakaian bata/lumpur yang dikeringkan dibawah terik matahari menjadi konstruksi batu yang lebih baik kualitasnya dan perlu teknik yang lebih tinggi dalam pengerjaannya. Dalam waktu ± 200 tahun saja, ahli bangunan Mesir telah begitu menguasai bahan bangunan baru tersebut, dan dapat menyelesaikan pyramid di Gizeh.
Banyak kota-kota Mesir telah menghilang karena mereka terletak di dekat kawasan budidaya Lembah Sungai Nil dan sungai banjir sebagai tempat tidur perlahan berdiri selama ribuan tahun, atau batu bata lumpur yang dibangun mereka digunakan oleh petani sebagai pupuk. Yang lain tidak dapat diakses, bangunan baru telah didirikan pada yang kuno. Untungnya, yang kering dan panas iklim dari Mesir diawetkan beberapa struktur bata lumpur. Contoh mencakup desa Deir al-Madinah, kota Kerajaan Tengah di Kahun, dan benteng-benteng di Buhen  dan Mirgissa. Selain itu, banyak kuil dan makam bertahan karena mereka dibangun di atas tanah yang tinggi tidak terpengaruh oleh banjir Sungai Nil dan dibangun dari batu.
Jadi, pemahaman tentang arsitektur Mesir kuno didasarkan terutama pada monumen-monumen keagamaan, besar-besaran struktur dicirikan oleh tebal, dinding miring dengan sedikit bukaan, mungkin bergema metode konstruksi yang digunakan untuk memperoleh stabilitas di dinding lumpur. Dengan cara yang sama, yang bertakuk dan hiasan permukaan datar model dari bangunan batu mungkin berasal dari hiasan dinding lumpur. Meskipun penggunaan lengkungan dikembangkan selama dinasti keempat, semua bangunan monumental dan palang pasca konstruksi, dengan atap datar terbuat dari batu besar blok didukung oleh dinding eksternal dan kolom berdekatan.
Dinding eksterior dan interior ,serta kolom dan dermaga, ditutupidengan hieroglif dan gambar-gambar lukisan-lukisan dinding dan ukiran yang dicat warna-warna yang cemerlang.
Banyak Mesir motif ornamen yang simbolis, seperti scarab, kumbang atau suci, maka solar disk , dan burung nasar. motif umum lainnya termasuk palem daun, papirus tanaman, dan kuncup dan bunga-bunga teratai. hieroglif yang ditulis untuk tujuan dekoratif dan juga untuk merekam peristiwa bersejarah atau mantra.
Kuil-kuil Mesir Kuno astronomis selaras dengan kejadian-kejadian penting, seperti solstices danequinoxes, memerlukan pengukuran yang tepat pada saat acara tertentu. Pengukuran di kuil yang paling signifikan mungkin telah seremonial yang dilakukan oleh Firaun sendiri.
Seni tidak ketinggalan dari Arsitektur, pengrajin Mesir menunjukkan rasa keindahan dengan simetri, menyentuh benda yang banyak digunakan sehari-hari seperti tempayan batu atau tanah liat, serta alat-alat rumah tangga yang lain. Pematung memahat gambar para Dewa serta Raja dari batu dalam skala ukuran yang sangat besar, serta membuat patung dari bahan batu, kayu atau tembaga dengan ukuran yang sesungguhnya.
Piramida Giza
Giza Necropolis berdiri di Giza Plateau, di pinggiran Kairo, Mesir. Hal ini kompleks monumen kuno adalah yang terletak sekitar 8 kilometer (5 mil) pedalaman ke padang gurun dari kota tua Giza di Nil, sekitar 20 kilometer (12 mi) barat daya pusat kota chihuahua. Ini mesir kuno pekuburan terdiri dari Piramida Khufu(juga dikenal sebagai Piramida Besar dan Piramida Cheops), yang agak lebih kecil Piramida Khafre (atau Kephren), dan berukuran relatif sederhana Piramida Menkaure (atau Mykerinus), bersama dengan sejumlah bangunan-bangunan satelit yang lebih kecil, yang dikenal sebagai "ratu" piramida, dan Sphinx.
Piramida, yang dibangun pada Dinasti Keempat, memberi kesaksian kuasa agama dan negara fir'aun. TheGreat Pyramid, yang mungkin selesai sekitar 2580 SM, adalah yang tertua dan terbesar dari piramida, dan merupakan satu-satunya monumen yang masih hidup dari Tujuh Keajaiban Dunia Kuno. piramida Khafre yang diyakini telah selesai sekitar 2532 SM, pada akhir pemerintahan Khafre. Tanggal konstruksi piramida Menkaure yang tidak diketahui, karena pemerintahan Menkaure belum ditentukan secara akurat, tetapi itu mungkin selesai sekitar tahun Abad ke-26 SM.
Dengan beberapa bukaan, piramida telah kompleks labirin terowongan dan ruangan semua tersembunyi oleh bongkahan batu besar. Namun demikian, keras kepala perampok kubur mencuri dari piramida, sehingga memaksa orang Mesir kuno untuk menghentikan pembangunan struktur besar tersebut dan membangun makam di Lembah Para Raja sebagai gantinya. Dalam sebuah ngarai jauh dari kota Mesir kuno, orang-orang Mesir mulai membangun makam tidak mencolok digali ke dalam tanah, berpikir makam akan pergi tanpa diketahui oleh perampok kuburan.
Karnak
Kompleks candi Karnak terletak di tepi Sungai Nil sekitar 2,5 kilometer (1,5 mil) utara Luxor. Ini terdiri dari empat bagian utama, yang Precinct Amon-Re, yang Precinct dari Montu, yang Precinct dari Mut dan kuil Amenhotep IV (dibongkar), serta beberapa candi yang lebih kecil dan tempat-tempat suci yang terletak di luar dinding yang disertakan dari empat bagian utama, dan beberapa jalan dari patung sphinx berkepala domba jantan yang menghubungkan Precinct dari Mut, yang Precinct Amon-Re dan Luxor Temple.
Perbedaan utama antara Karnak dan sebagian besar candi dan situs lainnya di Mesir adalah panjang waktu di mana itu dikembangkan dan digunakan. Konstruksi dimulai pada abad ke-16 SM. Kira-kira 30 fir'aun berkontribusi pada bangunan, memungkinkan untuk mencapai ukuran, kompleksitas dan keragaman tidak terlihat di tempat lain. Hanya sedikit dari individu Karnak fitur yang unik, tetapi ukuran dan jumlah fitur yang sangat banyak.

2.2. Karakter  Bangunan  Arsitektur Mesir
Bangunan di Mesir mempunyai 3 karakter, yaitu :
  • Bangunan untuk Dewanya yaitu kuil
  • Bangunan makam untuk Firaun/ Rajadewa yang sudah meninggal (rumah abadi/Piramid)
  • Bangunan rumah tinggal biasa untuk orang hidup yang berstrata : istana, rumah bangsawan, rumah rakyat biasa

Bangunan Kuil
Bangunan kuil biasanya merupakan suatu kompleks pemujaan yang lengkap mencakup tempat tinggal para pendeta, kolam suci, bengkel kerja dan lain-lain.
Bangunan demikian ini tidak ada yang sama antara suatu tempat dengan tempat yang lain, akan tetapi ada bagian pokok, dimana terdapat pada setiap kuil yaitu bangunan gerbang (pilon). Kuil Dewa merupakan bangunan besar berdinding yang dibangun pada lantai datar dan terbuat dari batu pasir.
Kuil dirancang terutama untuk dinikmati dari dalam. Bagian utamanya adalah sebuah pilon (2 piramid yang dipotong puncaknya dan membentuk gerbang besar); sebuah halaman dengan tiang-tiang tanpa atap, sebuah ruangan beratap tinggi dengan langit-langit yang disangga oleh tiang-tiang kokoh dari batu pasir; sebuah tempat suci sebagai kamar pribadi Dewa yang tersembunyi dibelakang dinding dan dikelilingi kamar-kamar upacara yang berukuran kecil.
Setiap memasuki pintu gerbang terdapat segel yang menempel pada pintunya, dan diberi segel lagi (dari tanah lempung) sesudah selesai digunakan upacara.
Kuil tersebut makin kebelakang makin meninggi mengikuti teras-teras lantainya, sedangkan langit-langitnya makin kebelakang makin menurun, sehingga secara keseluruhan makin kedalam makin mengecil dan gelap yang mencerminkan kemisteriusan.
Dewa yang paling dipuja di seluruh Mesir adalah Dewa Matahari Amon Re dan kuil yang paling besar di Karnak da Luxor.

Bangunan Makam
Bangunan makam merupakan bangunan yang dibuat secara bertahap mulai dari bentuk yang sederhana sampai mencapai bentuk yang sempurna. Bentuk makam tersebut adalah : Mastaba, Piramid, Tangga, Piramid bengkok dan akhirnya Piramid sempurna.
Pada awalnya, wangsa-wangsa pertama orang Mesir membuat bangunan makamnya dengan suatu bentuk yang sederhana, yaitu bentuk yang datar dibagian atasnya dan miring pada sisinya yang terbuat dari bahan batu bata yang dinamakan “Mastaba”, kata dalam bahasa Arab yang berarti ‘bangku’, yang pada mulanya tingginya ± 5,00 m. Mastaba tersebut dihias bata bagian luarnya menurut pola yang geometric. Didalam Mastaba, biasanya dibawah tanah terdapat beberapa kamar, satu untuk jenazah dan yang lain untuk barang-barang milik orang yang meninggal tersebut.
Pada wangsa kedua, kamar yang dibangun semakin banyak, ada yang mencapai 30 buah kamar, dan dinding makamnya dilapis batu gamping.
Pada masa wangsa ketiga, bangunan yang terbuat dari bahan batu seluruhnya dibuat dan ini merupakan bentuk Piramid Tangga yang pertama. Pyramid ini sebetulnya terdiri dari tumpukan Mastaba, sehingga tingginya mencapai ± 60,00 m.
Kurang dari 2 abad selanjutnya bentuk Piramid menjadi sempurna, bangunan massif yang terbuat dari balok-balok batu besar yang ditata menjulang menuju satu titik dengan kemiringan yang sebanding.

Arsitektur Monumental Makam
Makam Raja Awal
Yaitu mastaba yang ditemukan di saqqara. Mastaba adalah awal terbentuknya pyramid.
Piramid mencerminkan rumah sesudah kematian, replika istana dan menjadi panggung pemujaan bagi raja
Piramid dilengkapi dengan :
  • Tempat pemujaan
  • Patung penjaga (Spinx)
  • Monumen 20 – 30 m (obelisq)
  • Pintu-pintu palsu ( 13 diantara 14 )
  • Dipenuhi dengan lorong-lorong jebakan yang beracun
  • Dilengkapi tangga dan lorong sebagai simbol menuju langit dimana Paraoh bergabung dengan Dewa

Matahari “Amon dan Dewa Bulan Ra” dalam perjalanan menuju surga.
Piramid yang terkenal pada masa Kerajaan Tua di Giza
  • Piramid Khufu ( Cheops )
  • Piramid Khafre ( Chepren)
  • Piramid Menkure ( Mycherinus )

Makam Raja Pertengahan
Makam yang muncul ke atas tanah mulai dihilangkan.
Dikembangkan makam di tepi tebing sungai ni di atas gunung karang ”sistem hollow out”.
Muka bangunan disebut ”grotto” dengan cara memotong gunung karang

Disusun dalam tiga elemen :
  • Kolom-kolom portiko untuk publik
  • Kapel untuk pemujaan
  • Ruang makam

Komplek makam yang terkenal adalah makam Mentuhotep
Makam Raja Baru
Makam berupa kuil yang terdiri dari :
  • Denah panjang dengan susunan kolom
  • Terdapat inner court
  • Pencahayaan kurang
  • Ruang-ruang terikat oleh sirkulasi dan struktur linier
  • Kuil yang terkenal ditemukan di thebes yang disebut kuil Theban
  • Kuil sengaja dirancang dengan sistem serial pengalaman melewati ruang
  • Ruang luar terbuka dan terang
  • Ruang dalam tertutup dan gelap
  • Secara psikologis akses begini sebagai bentuk penjabaran ”ruang masuk selektif
  • Hanya raja ang layak berdoa dan berjumpa dengan Tuhan
  • Kuil Thebes disebut kuil seratus pintu yang sekarang dikenal dengan nama : KARNAK dan LUXOR
  • Dilengkapi dengan OBELISK: menara yang dipahat dengan tulisan HYROGLIEPH: riwayat raja

Bangunan Rumah Tinggal
Bangunan rumah tinggal yang lengkap, milik keluarga bangsawan, terdiri dari sebidang tanah yang cukup luas, yang didahului sebuah pintu gebang. Bangunan induk terletak ditengah, dengan bentuk segi empat, yang dibangun dengan bahan bata mentah / Lumpur yang dikeringkan.
Pembagian ruang teratur dan fungsional. Taman diletakan pada bagian kanan depan, bagian belakang untuk kandang, sedangkan bagian sisi untuk tempat tinggal pelayan, dapur bengkel kerja, gudang gandum terletak di sisi kiri depan.

Pola Kampung Tradisional Mesir
Setiap tahun sungai Nil selalu banjir. Luapan banjir itu menggenangi daerah di kiri kanan sungai, sehingga menjadi lembah yang subur selebar antara 15 sampai 50 kilometer. 
Peranan sungai Nil begitu penting bagi lahirnya kehidupan masyarakat di lembah sungai tersebut. Maka tepatlah jika Herodotus menyebutkan “Mesir adalah hadiah sungai Nil (Egypt is the gift of the Nile)".
Lembah sungai Nil yang subur mendorong masyarakat untuk bertani. Air sungai Nil dimanfaatkan untuk irigasi dengan membangun saluran air, terusan-terusan dan waduk. Air sungai dialirkan ke ladang-ladang milik penduduk dengan distribusi yang merata. Untuk keperluan irigasi dibuatlah organisasi pengairan yang biasanya diketuai oleh para tuan tanah atau golongan feodal. Hasil pertanian Mesir adalah gandum, sekoi atau jamawut dan jelai yaitu padi-padian yang biji atau buahnya keras seperti jagung.
Untuk memenuhi kebutuhan barang-barang serta untuk menjual hasil produksi rakyat Mesir, maka dijalinlah hubungan dagang dengan Funisia, Mesopotamia dan Yunani di kawasan Laut Tengah. Peranan sungai Nil adalah sebagai sarana transportasi perdagangan. Banyak perahu-perahu dagang yang melintasi sungai Nil.
Oleh sebab itu, perkampungan Mesir Kuno berada di dekat Sungai Nil, sebagai sumber kehidupan masyarakat Mesir Kuno.

2.3. Perkembangan Kebudayaan Mesir
Perkembangan peradaban
Sungai NIL sebagai kekuatan peradaban mempunyai panjang 900 mil untuk transportasi. Dan dataran rendah DAS 2 – 10 mil cocok untuk bercocok tanam, tebing batu di kanan dan padang pasir di kri melindungi dari invasi, banjir sering terjadi sehingga muncul penemuan Nilometer. Sedangkan untuk mejaga pertanian muncul sistem irigasi, dan ditemukannya pola grid/geometri untuk batas tanah dan kanal.
Sistem pemerintahan
  • Monarki : Paraoh sebagai raja setara dengan Tuhan/Dewa dan Pendeta agung
  • Paraoh berhak menentukan hidup dan matinya seseorang
  • Suksesi berlanjut berdasarkan keturunan ( 31 dinasti )

Sistem kepercayaan
  • Menganut pola keabadian : kematian adalah kelanutan kehidupan di alam lain
  •  Percaya pada dua keberadaan : materi tubuh dan spirit jiwa
  • Kepercayaan melahirkan ritus yang rumit: mati di mummy, makam dilengkapi barang kesukaan dan bahkan
  • terdiri dari ruang-ruang fungsinal lengkap dengan perabotan
  • Dalam kematian terus dipuja, dibuat patung relief dan lukisan di dinding makam yang mengisahkan sang
  • arwah (Sistem ini untuk membawa mayat dalam kehidupan yang abadi)


2.4  Seni dan Arsitektur Mesir
Arsitektur
Prestasi arsitektur besar di masa lalu yang dibangun dari batu. Memasok tambang batu blok besar dari granit, kapur, dan batu pasir yang digunakan untuk membangun kuil dan makam. Direncanakan dengan hati-hati sebagai arsitek bangunan itu dilakukan tanpa adukan semen, sehingga batu-batu itu agar sesuai dengan tepat bersama-sama. Hanya pilar yang digunakan untuk mempertahankan batu pendek mendukung. Di kuil Karnak, sebuah jalan dari adobe bata dapat dilihat yang mengarah ke bagian atas dinding candi. Landai seperti itu digunakan untuk memungkinkan pekerja untuk membawa batu-batu ke atas struktur dan memungkinkan seniman untuk menghias bagian atas dinding dan pilar. Pilar dibangun dengan cara yang sama. Seperti tinggi ditambahkan, tanah itu terangkat. Ketika bagian atas tiang itu selesai, para seniman akan menghiasi dari atas ke bawah, menghapus jalan pasir saat mereka pergi bersama.
Segera setelah firaun itu bernama, konstruksi di makam pun dimulai. Bangunan makam terus sepanjang hidupnya dan berhenti hanya pada hari di mana dia meninggal. Sebagai hasilnya, beberapa makam yang sangat besar dan dihiasi halus, sedangkan makam lainnya, seperti Raja Tutankhamun, kecil karena ia memerintah sebagai firaun untuk waktu sesingkat itu.
Arsitektur didasarkan pada struktur dan cenderung tegak lurus pesawat karena tidak ada bantuan struktural kecuali kekuatan dan keseimbangan struktur itu sendiri. Untuk alasan ini, kuadrat dan garis plumb-alat sangat penting.

Piramida
Salah satu yang paling menonjol dan abadi prestasi dari Mesir Kuno adalah piramid. Ukuran, desain, dan struktur piramida mengungkapkan keterampilan pembangun kuno ini. Piramida yang besar monumen dan makam untuk raja. Orang Mesir percaya bahwa jiwa seorang raja terus membimbing urusan kerajaan bahkan setelah kematiannya. Untuk memastikan bahwa mereka akan terus menikmati berkat-berkat dari para dewa, mereka mempertahankan tubuh firaun melalui proses mumifikasi. Mereka membangun piramida untuk melindungi tubuh firaun, piramida adalah sebuah simbol dari harapan, karena akan menjamin firaun's persatuan dengan para dewa.
Piramida terbesar yang ada adalah Piramida Agung dibangun oleh Raja Cheops (Khufu) di Giza. Piramida Besar mengukur 481 meter, dengan panjang 775 kaki di masing-masing dari empat basa. Piramida terkenal lainnya termasuk Langkah Piramida dibangun untuk Raja Zoser, dan piramida dibangun untuk Raja Huni, yang merupakan langkah transisi antara piramida dan piramida sisi kelancaran yang kita kenal sekarang.

Seni
Seni Mesir mencerminkan setiap aspek kehidupan mereka. Digambarkan dalam gambar makam dan kuil adalah adegan-adegan kehidupan sehari-hari, model orang dan hewan, angka dan wadah kaca, dan perhiasan yang terbuat dari emas dan batu semi mulia.
Dinding dan pilar gambar mungkin adalah yang paling terkenal. Dalam gambar ini, dapat dilihat bahwa orang-orang akan tentang bisnis sehari-hari baking, memancing, berperahu, pemasaran, dan bertemu bersama dalam kelompok-kelompok keluarga. Seperti gambar-gambar tersebut juga digunakan untuk membantu almarhum untuk hidup selamanya dengan memberi mereka semua petunjuk yang mereka butuhkan saat mereka bertemu dengan para dewa dalam perjalanan mereka menuju kehidupan kekal. Perbuatan baik dicatat dan seni yang mengelilingi tubuh mumi mereka adalah untuk membantu diri rohani mereka dalam menyelesaikan masalah yang terkait dengan kehidupan setelah kematian. Foto makanan, pakaian, pelayan, dan budak bisa digunakan oleh orang yang meninggal sama seperti hal-hal yang sebenarnya digunakan oleh orang ketika hidup.
Berbagai perspektif sering digabungkan dalam seni Mesir, namun pandangan samping yang paling sering dilihat. Seniman menggunakan warna-warna cerah biru dan merah, oranye dan putih untuk mengembangkan foto-foto yang bercerita tentang kehidupan individu almarhum. Artis pertama akan sketsa desain pada sepotong tembikar, dan jika desain cukup memuaskan, hal itu akan membuat sketsa di dinding dengan arang. Warna kemudian dapat digunakan untuk mengisi gambar selesai. Cat itu terbuat dari mineral alami dan buatan disiapkan zat mineral. Kuas cat itu tongkat dengan kayu berserat dengan berjumbai berakhir. Dinding dipenuhi lumpur plester, kemudian dengan plester kapur. Pada waktu Ramses II, seniman mampu keteduhan warna untuk mencapai efek berlapis. Lukisan dinding kemudian dilindungi oleh lapisan tipis pernis (komposisi yang masih belum diketahui).
Seniman pematung yang penting di Mesir. Patung terbuat dari raja-raja, ratu, ahli-ahli Taurat, binatang, dan dewa-dewa dan dewi. Sering, manusia dan dewa atribut dan simbol dikombinasikan. Karya seniman terlihat di media lain jugaTembikar  terbuat dari keramik dan tanah liat. Keramik mengkilap dengan mineral yang digunakan untuk membuat manik-manik, jimat, gantung, dan perhiasan lain.
Sastra
Agama sering subjek sastra Mesir. Doa dan himne ditulis untuk memuji para dewa. Buku yang paling penting adalah "The Book of the Dead." Buku yang berisi lebih dari 200 doa dan keajaiban formula yang mengajarkan orang Mesir bagaimana untuk mencapai bahagia akhirat. Mesir juga menulis cerita-cerita petualangan, dongeng, mitos, cerita cinta, puisi, peribahasa dan kutipan.

BAB III
PENUTUP

3.1. Kesimpulan
Perkembangan arsitektur mesir sangat terlihat jelas dari bangunan yang dihasilkan pada masa itu. Dengan bangunan yang paling khas yaitu kuil dan makam. Dimana pada masa itu terdapat beberapa perkembangan mengenai pembangunan makam para raja mesir.
Pencapaian-pencapaian peradaban Mesir Kuno antara lain yaitu, teknik pembangunan monumen seperti piramida, kuil, dan obelisk; pengetahuan matematika; teknik pengobatan; sistem irigasi dan agrikultur; kapal pertama yang pernah diketahui; teknologi tembikar glasir bening dan kaca; seni dan arsitektur yang baru; sastra Mesir Kuno; dan traktat perdamaian pertama yang pernah diketahui.
 Mesir telah meninggalkan warisan yang abadi. Seni dan arsitekturnya banyak ditiru, dan barang-barang antik buatan peradaban ini dibawa hingga ke ujung dunia. Reruntuhan-reruntuhan monumentalnya menjadi inspirasi bagi pengelana dan penulis selama berabad-abad.
Read More
Humaini hd

Peradaban Timur Tengah



BAB I
PENDAHULUAN

 
      A.    Latar Belakang
Arsitektur merupakan ilmu yang sudah ada sejak zaman dahulu. Walaupun dengan teknologi yang sangat begitu minim, namun orang-orang pada zaman itu dapat menghasilkan suatu bangunan yang memiliki nilai arsitektur yang sangat tinggi. Mereka menggunakan perasaan dan ilmu yang sangat terbatas namun mereka sudah memikirkan terhadap kebutuhan hidupnya.
Arsitektur asia tengah adalah salah satu arsitektur islam yang sangat terlihat hasilnya sampai dengan sekarang. Bangunan-bangunan yang terbangun pada masa itu masih berdiri tegak dan dapat dinikmati oleh orang-orang masa kini. Bangunan etnik yang sangat mencirikan kehidupan pada saat itu, menjadikan daya tarik bagi setiap orang untuk mengkaji terhadap arsitektur mesir ini. Bagaimana kehidupan penduduk pada masa itu sehingga bisa membuat catatan sejarah dunia


BAB II
PEMBAHASAN


      A.    Sejarah Arsitektur kekaisaran Persia
Kekaisaran Persia adalah sejumlah kekaisaran bersejarah yang berkuasa di Dataran Tinggi Iran, tanah air asal Bangsa Persia, dan sekitarnya termasuk Asia Barat, Asia Tengah dan Kaukasus. Saat ini nama Persia dan Iran sudah menjadi kebiasaan; Persia digunakan untuk isu sejarah dan kebudayaan, dan Iran digunakan untuk isu politik. Bangsa yang dikemudian hari memproklamirkan diri sebagai Republik Islam Iran ini didominasi oleh Syi'ah.
Pada tahun 630 M, Nabi Muhammad beserta tentaranya berhasil menaklukkan Makkah dari suku Quraish. Pada masa ini bangunan suci Ka'bah mulai didedikasikan untuk kepentingan agama Islam, rekonstruksi Ka'bah dilaksanakan sebelum Muhammad menjadi Rasul. Bangunan suci Ka'bah inilah yang menjadi cikal bakal dari arsitektur Islam. Dahulu sebelum Islam, dinding Ka'bah dihiasi oleh beragam gambar seperti gambar nabi Isa, Maryam,Ibrahim, berhala, dan beberapa pepohonan. Ajaran yang muncul belakangan, terutama berasal dari Al Qur'an, akhirnya melarang penggunaan simbol-simbol yang menggambarkan makhluk hidup terutama manusia dan binatang.
Pada abad ke-7, muslim terus berekspansi dan akhirnya mendapatkan wilayah yang sangat luas. Tiap kali muslim mendapatkan tanah wilayah baru, yang pertama kali mereka pikirkan adalah tempat untuk beribadah, yaitu mesjid. Perkembangan mesjid di saat-saat awal ini sangat sederhana sekali, bangunan mesjid tidak lain berupa tiruan dari rumah nabi Muhammad, atau kadang-kadang beberapa bangunan diadaptasikan dari bangunan yang telah ada sebelumnya, misalnya gereja.
Persia merupakan kebudayaan yang diketahui melakukan kontak dengan Islam untuk pertama kalinya. Sisi timur dari sungai eufrat dan tigris adalah tempat berdirinya kekaisaran Persia pada sekitar abad ke-7.Karena kedekatannya dengan kekaisaran persia, Islam cenderung bukan saja meminjam budaya dari persia namun juga mengadopsinya.Arsitektur Islam mengadopsi banyak sekali kebudayaan dari Persia, bahkan bisa dikatakan arsitektur islam merupakan evolusi dari arsitektur persia, yang memang sejak kehadiran Islam, kejayaan Persia mulai pudar yang menunggu digantikan oleh kebudayaan lain.Banyak kota, misalnya Baghdad, dibangun dengan contoh kota lama persia misalnya Firouzabad. Bahkan, sekarang bisa diketahui bahwa dua arsitek yang dipekerjakan oleh Al-Mansur untuk merancang kota pada masa awal adalah warisan dari kekaisaran Persia, yaitu Naubakht, seorang zoroaster persia, dan seorang Yahudi dari Khorasan, Iran yaitu Mashallah. Mesjid gaya persia bisa dilihat dari ciri khasnya yaitu pilar batu bata, taman yang luas dan lengkungan yang disokong beberapa pilar. Di Asia Timur, gaya arsitektur Hindujuga turut memengaruhi namun akhirnya tertekan oleh kebudayaan persia yang ketika itu dalam masa jayanya.

1.            Ciri-Ciri Arsitektur Persia
Arsitektur persia di dominasi oleh bangunan-bangunan yang berarsitektur islam adapun ciri-ciri nya adalah:
a.       Teknik pembuatan bangunan dari batu bata.
b.      Pada tembok terdapat ukiran-ukiran berbentuk bunga dan tulisan arab
c.       Bangunan yang berbentuk kubah diindentivikasikan sebagai bangunan mesjid
d.      Banyak terdapat unsur lengkung pada bangunan.
e.       Bangunan umum nya berbentuk persegi.
f.       adanya taman ditengah-tengah bangunan yang dilengkapi dengan kolam yang membelah taman

2.            Fungsi Bangunan Peninggalan kekaisaran Persia
Salah satu kota yang banyak menyimpan bangunan-bangunan peninggalan kerajaan persia adalahIsfahan, ibukota Provinsi Esfahan yang terletak di tengah-tengah Iran. Isfahan adalah bekas ibukota Kerajaan Persia yang tersohor kejayaannya. Jejeran masjid, istana, madrasah, hingga katedral di Isfahan adalah mahakarya arsitektur Islam dan Persia. Orang Persia menyebutnya “Nesf-e-Jahan”, artinya “Setengah dari Bumi” Walaupun dekat dengan gurun pasir, angin sejuk selalu membelai kota ini karena terletak persis di kaki Pegunungan Zagros. Namun bicara Esfahan tak selalu bicara keindahan alam, tapi juga keindahan arsitektur dan sejarah yang selalu melekat di tiap bangunannya.
Adapun fungsi bangunan peninggalan kerajaan persia adalah:
a.       Masjid : Sebagai tempat ibadah umat islam.
b.      Istana : sebagai pusat pemerintahan.
c.       Jalan utama : sebagai tempat perdagangan
d.      Lapangan : sebagai taman bermain
e.       Jembatan ; sebagai jalan penghubung sekaligus bendungan
f.       Katedral : sebagai tempat ibadah umat kristen.

       3.      Karya-Karya Arsitektur Peninggalan Kekaisaran Persia

      a.      Imam masjid
Masjid Shah (Masjid Jameh Abbasi) dikenal sebagai Imam masjid (setelah revolusi Islam 1979 di Iran) adalah sebuah masjid di Isfahan, Iran, berdiri di sisi selatan Naghsh-i Jahan Square. Dibangun selama periode Safavi, pertama diperintahkan oleh Shah Abbas dari Persia.
Imam Mosque Dibangun pada masa pemerintahan Raja Safavi, masjid ini adalah representasi arsitektur Islam-Persia yang paling terkenal di Iran. Mosaik dan kaligrafi terukir di banyak tempat, menjadikan setiap sudutnya penuh warna. Beberapa masjid lain yang juga terkenal adalah Hakim Mosque, Jama Mosque, juga Sheikh Lotf Allah Mosque yang berarsitektur khas Iran.

       b.      Masjid Syekh Lutfallah
Masjid Syekh Lutfallah yang berada di sisi timur kompleks Maidan Imam tidak besar jika dibandingkan dengan bangunan di sekitarnya. Namun, bangunannya indah dan unik bila dibandingkan dengan masjid lain sezamannya.
Berdasarkan prasasti yang terdapat pada portal (pintu gerbang utama) masjid, tertulis bahwa Masjid Syekh Lutfallah mulai dibangun pada 1012 H atau sekitar 1603-1604 M. Nama pelukis kaligrafi Ali Riza Al-Abbasi yang kemudian membuat kaligrafi Masjid Shah juga tertera dalam tulisan prasasti tersebut.
Prasasti lainnya yang terdapat pada ruang dalam kubah tertera tahun pembuatan dekorasi masjid, 1025 H atau 1616 M. Sementara pada prasasti ketiga tercatat nama sang arsitek masjid, Muhammad Riza, dan tanggal penyelesaian pembangunan, yakni pada 1028 H atau 1618-1619 M.

      c.       Chahar Bagh Boulevard
Bukti kejayaan Persia di Isfahan juga terlihat di Chahar Bagh Boulevard, sebuah jalan besar yang sudah ada sejak 1596. Jalanan ini terkenal seantero Persia, menjadi salah satu pusat aktivitas serta perdagangan masyarakat lintas zaman.

      d.      Istana Ali Qapu
Istana Ali Qapu merupakan tempat tinggal para amir Kerajaan Safavi waktu itu. Dilihat dari kejauhan, bangunan istana ini tampak berwarna biru keemasan. Bagian dinding istana dihiasi keramik ubin biru kehijauan dan pernik keemasan, prasasti-prasasti besar, serta desain geometri dan flora tumbuhan.
Istana ini juga menjadi akses masuk ke taman kerajaan seluas tujuh hektare yang terdiri dari lapangan, kebun tanaman, dan paviliun. Di belakang taman istana terdapat area khusus bagi sang Syah, istrinya, dan para anggota keluarga kerajaan lainnya.

      e.       Istana Chehel Sotun
Bangunan ini memperlihatkan warisan budaya yang tak ternilai dalam peradaban Islam masa lalu, khususnya di kawasan Persia. Arti Chehel Sotun adalah “40 Tiang”. Namun pada kenyataannya Masjid ini hanya disangga 20 tiang. Disebut 40 tiang karena 20 tiang yang bisa terlihat merupakan pantulan bayangan dari air kolam di istana ini. Istana Chehel Sotun menyerupai kompleks dengan ornamen yang luas dan artistik. Dengan luas 67.000 meter persegi, istana ini selalu terawat dan seperti bangunan baru. Padahal istana ini sudah dibangun berabad-abad lalu pada masa Dinasti Safavi.

      f.       Lapangan Naqsh-e Jehaan
Lapangan Naqsh-e Jehaan (atau Meidan Emam) terletak di pusat kota Isfahan, Iran. adalah salah satu lapangan terbesar di dunia. Lapangan seluas sembilan hektar ini dikelilingi oleh bangunan peninggalan Dinasti Shafawi. Secara resminya dikenal sebagai Medan Imam (میدان امام), dahulu bernama Medan Shah (میدان شاه). Lapangan ini digambarkan pada sisi belakang uang 20.000 rial Iran. Area ini dibangun antara 1598 sampai 1629 dan menjadi saksi akan kehidupan sosial dan budaya di Persia pada era Safawi. Pada tahun 1979 lapangan ini ditetapkan sebagai situs sejarah penting dalam daftar Warisan Dunia UNESCO.

      g.      Jembatan khaju
Jembatan Khaju adalah salah satu jembatan yang paling terkenal di Isfahan. Jembatan itu dibangun pada masa Syah Abbas I. Jembatan ini sempat rusak dan kemudian dibangun kembali oleh Syah Abbas II.
Jembatan Khaju mempunyai luas 23 meter persegi dengan panjang 105 meter dan lebar 14 meter. Saluran yang melewati jembatan selebar 7,5 meter terbuat dari batu bata dengan ukuran 21 untuk saluran yang kecil dan 26 untuk saluran yang besar.
Jembatan ini juga berfungsi sebagai bendungan, dengan pintu air di bawah lengkungan. Ketika pintu ditutup, tinggi muka air di belakang jembatan dinaikkan untuk mengairi taman-taman di sepanjang Sungai Zayandeh.

      4.      Ornamen
Ornament yang digunakan pada bangunan bangunan peninggaan kekaisaran Persia pada umum nya merupakan ornament islami antara lain.
      a.        Motif Arabesque
Ada larangan dalam ajaran Islam untuk menggunakan motif hewan maupun manusia. Oleh karena itu, para seniman Muslim lebih suka menggunakan motif geometris dan motif floral (tumbuhan) dalam berbagai karyanya, termasuk menghias interior bangunan. Motif-motif ini disebut motif arabesque karena berasal dari Arab. 
      b.      Kaligrafi
Kaligrafi atau seni menghias huruf, terutama huruf Arab sangatlah populer digunakan oleh seniman dan arsitek Muslim. Selain untuk menambah keindahan bangunan, kaligrafi juga sebagai pengingat ayat-ayat Al-Quran.

      c.       Mashrabiya
Mashrabiya adalah kisi-kisi yang digunakan pada jendela bergaya Islam. Hal ini selain untuk menjaga privasi penghuninya juga untuk menghalangi sinar matahari yang panas masuk ke ruangan. Hal ini tentu saja karena sebagian besar negara Muslim terletak di wilayah gurun. Mashrabiya ini umumnya menggunakan motif geometris sehingga akan memperindah arsitektur bangunan.
      d.      Kubah
Kubah adalah salah satu unsur yang menonjol dalam arsitektur Islam. Kubah yang umum digunakan berbentuk umbi bawang khas Timur Tengah.Tak hanya bagian luar kubah saja yang diperhatikan nilai estetikanya, namun juga bagian dalam kubah dihias dengan motif-motif geometris.
      e.       mihrab
Mihrab atau cekungan yang menandakan arah kiblat merupakan bagian terpenting dalam sebuah masjid. Oleh sebab itu, biasanya mihrab dihias dengan sangat indah.
f.       Muqarnas
Muqarnas adalah dekorasi tiga dimensi serupa sarang lebah yang diletakkan di langit-langit. Muqarnas disebut juga stalaktit oleh arsitek Barat. Muqarnas digunakan untuk menghias portal (pintu masuk), mihrab, interior kubah, hingga minaret

      5.      Letak Geografis Kekaisaran Persia.
Kekaisaran Persia beribukota Isfahan terletka di penara Zayandeh Rud, di kaki pergunungan Zagros. Iklimnya sederhana dan mempunyai musim-musim lazim. Kota Isfahan terletak 1590 meter di atas paras laut dan mendapat 355 mm hujan setiap tahun. suhu antara 2 derjat hingga 28 derjat selsius.

PERSIA
SEJARAH PERSIA
Persia adalah salah satu suku yang tergolong dalam Bangsa Iran, menggunakan bahasa Persia dan juga mempunyai persamaan dalam kebudayaan dengan bangsa Iran yang lainnya. Bangsa ini mayoritas di Iran dan minoritas di beberapa negara-negara lain seperti Afganistan, Tajikistan, Uzbekistan, Amerika Serikat, Kuwait, Turki, Uni Emirat Arab, Irak dan juga beberapa negara di Timur Tengah. Etnis Persia adalah keturunan Bangsa Arya yang berhijrah dari Asia Tengah ke Iran pada milenium kedua sebelum Masehi (SM). Bangsa Arya ini kemudian terpecah dua menjadi bangsa Persia dan bangsa Media dan mereka berasimilasi dengan suku-suku setempat seperti Elam.  Dari sini, lahirlah bahasa Persia dan bahasa-bahasa Iran lain. Sumber sejarah tertulis pertama mengenai orang Persia ini ialah prasasti Assyria (834 SM), dan di dalam prasasti itu ada menyentuh tentang orang Parsua (Persia) dan Muddai (Media).  Saat itu, orang Asyur menggunakan istilah 'Parsua' untuk merujuk kepada suku-suku di Iran. Kemudian orang Yunani mengadaptasikan istilah ini untuk merujuk pada peradaban-peradaban dari Iran. Ketika orang Persia memeluk agama Islam, orang Arab menggelari mereka 'Fars' karena abjad 'P' tidak terdapat dalam tulisan Arab. Kawasan Persia kemudian diperintah oleh beberapa kerajaan yang membentuk kekaisaran-kekaisaran yang kuat. Di antara kekaisaran- kekaisaran ini adalah kekaisaran Persia seperti Akhemenid, Parthia , Sassania, Buwaihidah dan Samania. Pemerintahan yang pernah memerintah Persia ialah Seleukus, Ummayyah,Abbasiyyah, Turki Seljuk, Afshariyah danQajar.

BAHASA
Bahasa Persia adalah salah satu bahasa yang tertua di dunia yang masih digunakan hingga hari ini. Bahasa Persia turut terkenal karena tradisi sastranya dan sastrawan-sastrawannya yang terkenal dan berbakat. Antaranya ialah Hafez, Ferdowsi, Khayyam, Attar, Saadi, Nezami, Roudaki dan juga Rumi. Bahasa ini tergolong dalam keluarga bahasa Indo-Eropa dan merupakan bahasa resmi di Iran, Tajikistan dan Afganistan. Bahasa Persia turut memengaruhi bahasa Indonesia dari segi nama yang merupakan nama tempat Persia purba, seperti Johansyah (Johan Shah) dan Firmansyah. Selain itu beberapa kosakata Persia lain turut diserap seperti arak, bait, bandar, menara, anggur, ratna (rakna), jahanam, topan (taufan), waswas, dll.

Agama 
Faravahar dalah pengawal Zoroastrianisme penganut kepercayaan Zoroastrianisme. Peradaban Persia telah memperkenalkan tiga agama utama yaitu Zoroastrianisme, Manikeanisme, dan Bahá'í. Agama- agama lain termasuk Mazdak dan Manikeanisme yang keduanya secara tidak langsungnya memengaruhi agama Kristen: Keduanya berakar dari agama Zoroastrianisme. Sekarang, banyak cendekiawan memperdebatkan tentang agama yang mana terbit dahulu, Zoroastrianisme atau Yahudi. Tetapi mereka telah bersetuju bahwa Zoroastrianisme datang dahulu kalau diambil dari perspektif angelologi (doktrin tentang malaikat), demonologi (doktrin tentang setan) dan doktrin mengenai kiamat dan bencana alam. Sekarang, mayoritas orang Persia beragama Islam (aliran Syi'ah) dan juga terdapat kelompok minoritas beragama Islam (aliran Sunnah Waljamaah), Zoroastrianisme, Kristen, Yahudi dan Bahá'í. Terdapat juga ateis dan agnostik. Orang Persia mulai memeluk Islam sekitar tahun 637 – 651. Hal itu terkait rapat dengan penyebaran Islam pada zaman Khulafa'ur Rasyidin.

Kekaisaran Media dan Kekaisaran Akhemeniyah (3200SM – 330SM)
Bangsa Media dan Kekaisaran Akhemeniyah Dari tulisan-tulisan sejarah, peradaban Iran yang pertama ialah Proto-Iran, diikuti dengan peradaban Elam. Pada milenium kedua dan ketiga, Bangsa Arya hijrah ke Iran dan mendirikan kekaisaran pertama Iran, Kekaisaran Media (728SM-550SM). Kekaisaran ini telah menjadi simbol pendiri bangsa dan juga kekaisaran Iran, yang disusul dengan Kekaisaran Akhemeniyah (648SM–330SM) yang didirikan oleh Koresh yang Agung. Koresh Agung juga terkenal sebagai pemerintah pertama yang mewujudkan undang-undang mengenai hak-hak kemanusiaan, tertulis di atas artefak yang dikenal sebagai Silinder Koresh. Ia juga merupakan pemerintah pertama yang memakai gelar Agung dan juga Shah Iran. Di zamannya, perbudakan dilarang di kawasan-kawasan taklukannya (juga dikenal sebagai Kekaisaran Persia.) Gagasan ini kemudian memberi dampak yang besar pada peradaban-peradaban manusia setelah zamannya. Kekaisaran Persia kemudian diperintah oleh Cambyses selama tujuh tahun (531SM - 522SM) dan kemangkatannya disusul dengan perebutan kuasa. Akhirnya Darius yang Agung (522SM -486SM) menang dan dinyatakan sebagai raja.
             Ibu kota Persia pada zaman Darius dipindahkan ke Susa dan ia mulai membangun Persepolis. Sebuah terusan di antara Sungai Nil dan Laut Merah turut dibangun dan menjadikannya pelopor untuk pembangunan Terusan Suez. Sistem jalan juga turut diperbaharui dan sebuah jalan raya dibangun menghubungkan Susa dan Sardis. Jalan raya ini dikenal sebagai Jalan Kerajaan. Selain itu, mata uang syiling dalam bentuk daric (syiling emas) dan juga Shekel (syiling perak) diperkenalkan ke seluruh dunia. Bahasa Persia Kuno turut diperkenalkan dan diterbitkan di dalam prasasti- prasasti kerajaan. Di bawah pemerintahan Koresh yang Agung dan Darius yang Agung, Kekaisaran Persia menjadi sebuah kekaisaran yang terbesar dan terkuat di dunia zaman itu. Pencapaian utamanya ialah sebuah kekaisaran besar pertama yang mengamalkan sikap toleransi dan menghormati budaya-budaya dan agama-agama lain di kawasan jajahannya.
Kekaisaran Seleukus (330SM ~ 248SM) 
Pada tahun 330SM Kekaisaran Akhemeniyah diserang oleh Kerajaan Yunani yang di pimpin salah satu jenderal dari Alexander Agung yang bernama Seleukus dan lahirlah pemerintahan baru Persia yaitu Kekaisaran Seleukus dari Yunani. Seleukus mengangkat dirinya menjadi Kaisar setelah Alexander Agung wafat.
Kekaisaran Iran Ketiga: Kekaisaran Parthia (248SM – 224M)
Parthia bermula dengan Dinasti Arsacida yang menyatukan dan memerintah dataran tinggi Iran, yang juga turut menaklukkan wilayah timur Yunani pada awal abad ketiga Masehi dan juga Mesopotamia antara tahun 150 SM dan 224 M. Parthia juga merupakan musuh bebuyutan Romawi di sebelah timur, dan membatasi bahaya Romawi di Anatolia. Tentara-tentara Parthia terbagi atas dua kelompok berkuda, tentara berkuda yang berperisai dan membawa senjata berat, dan tentara berkuda yang bersenjata ringan dan kudanya lincah bergerak. Sementara itu, tentara Romawi terlalu bergantung kepada infantri, menyebabkan Romawi sukar untuk mengalahkan Parthia. Tetapi, Parthia kekurangan teknik dalam perang tawan, menyebabkan mereka sukar mengawal kawasan taklukan. Ini menyebabkan kedua belah pihak gagal mengalahkan satu sama lain. Kekaisaran Parthia tegak selama lima abad (Berakhir pada tahun 224 M,) dan raja terakhirnya kalah di tangan kekaisaran lindungannya, yaitu Sassania.
Kekaisaran Iran Keempat: Kekaisaran Sassania (226–651)
Ardashir I, shah pertama Kekaisaran Sassania, mula membangun kembali ekonomi dan militer Persia. Wilayahnya meliputi kawasan Iran modern, Irak, Suriah, Pakistan, Asia Tengah dan wilayah Arab. Pada zaman Khosrau II (590-628) pula, kekaisaran ini diperluas hingga Mesir, Yordania, Palestina, dan Lebanon. Orang-orang Sassania menamakan kekaisaran mereka Erānshahr (atau Iranshæhr, "Penguasaan Orang Arya".) Sejarah Iran seterusnya diikuti dengan konflik selama enam ratus tahun dengan Kekaisaran Romawi. Menurut sejarawan, Persia kalah dalam Perang al-Qādisiyyah (632 M) di Hilla, Iraq. Rostam Farrokhzād, seorang jenderal Persia, dikritik kerana keputusannya untuk berperang kengan orang Arab di bumi Arab sendiri. Kekalahan Sassania di Irak menyebabkan tentara mereka tidak keruan dan akhirnya ini memberi jalan kepada futuhat Islam atas Persia. Era Sassania menyaksikan memuncaknya peradaban Persia, dan merupakan kekaisaran Persia terakhir sebelum kedatangan Islam. Pengaruh dan kebudayaan Sassania kemudian diteruskan setelah pemelukan Islam oleh bangsa Persia. 
Islam Persia dan Zaman Kegemilangan Islam Persia (700–1400) 
Setelah pemelukan Islam, orang-orang Persia mulai membentuk gambaran Islam Persia, di mana mereka melestarikan gambaran sebagai orang Persia tetapi pada masa yang sama juga sebagai muslim. Pada abad ke-8 M, Parsi memberi bantuan kepada Abbassiyah memerangi tentara Umayyah, karena Bani Umayyah hanya mementingkan bangsa Arab dan memandang rendah kepada orang Persia. Pada zaman Abbassiyah, orang- orang Persia mulai melibatkan diri dalam administrasi kerajaan. Sebagian mendirikan dinasti sendiri.
Pada abad kesembilan dan kesepuluh, terdapat beberapa kebangkitan ashshobiyyah Persia yang menentang gagasan Arab sebagai Islam dan Muslim. Tetapi kebangkitan ini tidak menentang identitas seorang Islam. Salah satu dampak kebangkitan ini ialah penggunaan bahasa Persia sebagai bahasa resmi Iran (hingga hari ini.) Pada zaman ini juga, para ilmuwan Persia menciptakan Zaman Kegemilangan Islam. Sementara itu Persia menjadi tumpuan penyebaran ilmu sains, filsafat dan teknik. Ini kemudian memengaruhi sains di Eropa dan juga kebangkitan Renaissance. 
Islam Syi'ah, Kekaisaran Safawi, Dinasti Qajar/Pahlavi dan Iran Modern (1501 – 1979)
Parsi mulai berganti menjadi Islam Syiah pada zaman Safawi, pada tahun 1501. Dinasti Safawi kemudian menjadi salah sebuah penguasa dunia yang utama dan mulai mempromosikan industri pariwisata di Iran. Di bawah pemerintahannya, arsitektur Persia berkembang kembali dan menyaksikan pembangunan monumen-monumen yang indah. Kejatuhan Safawi disusuli dengan Persia yang menjadi sebuah medan persaingan antara kekuasaan Kekaisaran Rusia dan Kekaisaran Britania (yang menggunakan pengaruh Dinasti Qajar). Namun begitu, Iran tetap melestarikan kemerdekaan dan wilayah-wilayahnya, menjadikannya unik di rantau itu. Modernisasi Iran yang bermula pada lewat abad ke-19, membangkitkan keinginan untuk berubah dari orang-orang Persia. Ini menyebabkan terjadinya Revolusi Konstitusi Persia pada tahun 1905 hingga 1911. Pada tahun 1921, Reza Khan (juga dikenal sebagai Reza Shah) mengambil alih tahta melalui perebutan kekuasaan dari Qajar yang semakin lemah. Sebagai penyokong modernisasi, Shah Reza memulai pembangunan industri modern, jalan kereta api, dan pendirian sistem pendidikan tinggi di Iran.Malangnya, sikap aristokratik dan ketidakseimbangan pemulihan kemasyarakatan menyebabkan banyak rakyat Iran tidak puas. Pada Perang Dunia II, tentara Inggris dan Uni Soviet menyerang Iran dari 25 Agustus hingga 17 September 1941, untuk membatasi Blok Poros dan menggagas infrastruktur penggalian minyak Iran. Blok Sekutu memaksa Shah untuk melantik anaknya, Mohammad Reza Pahlavi menggantikannya, dengan harapan Mohammad Reza menyokong mereka. 
Malangnya, pemerintahan Shah Mohammad Reza bersifat otokratis. Dengan bantuan dari Amerika dan Inggris, Shah meneruskan modernisasi Industri Iran, tetapi pada masa yang sama menghancurkan partai-partai oposisi melalui badan intelijennya, SAVAK. Ayatollah Ruhollah Khomeini menjadi oposisi dan pengkritik aktif terhadap pemerintahan Shah Mohammad Reza dan kemudian ia dipenjarakan selama delapan belas bulan. Melalui nasihat jenderal Hassan Pakravan, Khomeini dibuang ke luar negeri dan diantar ke Turki dan selepas itu ke Irak. 
Read More